Kamis, 14 April 2016

Pencemaran udara

Pencemaran udara
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Question book-4.svg
Artikel ini membutuhkan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. Bantulah memperbaiki artikel ini dengan menambahkan catatan kaki dari sumber yang terpercaya.
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.

Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.

Pencemaran udara di dalam ruangan dapat mempengaruhi kesehatan manusia sama buruknya dengan pencemaran udara di ruang terbuka.[1]

Pertumbuhan dan perkembangan manusia

Pertumbuhan dan perkembangan manusia
Pada bagian sebelumnya telah dibahas bahwa makhluk hidup tumbuh dan berkembang. Demikian juga halnya dengan manusia. Walaupun sama-sama sebagai manusia, bayi yang baru lahir tentu berbeda dengan orang dewasa.
Seperti yang sudah kita pelajari sebelumnya, Pertumbuhan manusia dihubungkan dengan penambahan jumlah dan ukuran sel tubuh manusia. Misalnya ketika baru lahir beratmu sekitar 3 kg, pada umur 6 bulan beratnya menjadi 8 – 9 kg dan sekarang mungkin beratmu sekitar 35 kg. Selain berat badan tinggi kita juga bertambah, volume tubuh kita juga membesar. Jadi aspek yang dilihat dalam pertumbuhan manusia sama dengan pertumbuhan makhluk hidup pada umumnya.

Tidak seperti pada makhluk hidup lainnya, pada manusia perkembangan bukan hanya menyangkut masalah kemampuan berkembang biak (reproduksi) namun juga banyak aspek lainnya, misalnya kemampuan berpikir dan kemampuan emosional. Dapatkah kamu menemukan perubahan apa sajakah yang terjadi dari bayi hingga dewasa?


Tahapan Perkembangan Manusia

Perkembangan pada manusia diawali melalui proses pembuahan. Proses pembuahan yaitu pertemuan antara sel telur yang berasal dari perempuan (ibu) dengan sel sperma yang berasal dari pria (ayah).

Inti sel sperma akan bergabung/melebur dengan inti sel telur dan terbentuk sebuah sel baru yang disebut zigot. Zigot ini akan senantiasa membelah diri menjadi 2 sel, 4 sel, 8 sel, 16 sel, 32 sel, dan seterusnya. Zigot yang telah membelah menjadi banyak sel tadi akan berkembang menjadi embrio, kemudian menjadi janin dalam rahim ibu. Lamanya waktu janin tumbuh dan berkambang di dalam rahim ibu, dari mulai proses pembuahan hingga kelahiran adalah kurang lebih 9 bulan.

Perkembangan janin selama di dalam rahim dibagi dalam tiga tahapan. Lamanya waktu pada setiap tahapan adalah tiga bulan :

1. Trimester Pertama
Tiga bulan pertama embrio berkembang menjadi janin yang panjangnya kurang lebih 5,5 cm. Janin sudah berbentuk seperti manusia walaupun ukuran kepalanya sangat besar. Di akhir tiga bulan pertama ini janin juga sudah mulai dapat menggerakkan tangan dan kakinya.

2. Trimester Kedua
Pada tiga bulan kedua, janin sudah semakin berkembang dan panjangnya sudah mencapai kurang lebih 19 cm. Tangan dan kakinya telah berkembang bahkan jari-jari tangan dan kaki sudah mulai terbentuk, muka tumbuh memanjang. Pada tiga bulan kedua ini detak jantung janin juga sudah mulai bisa dideteksi. Gerakan janin juga mulai aktif.

3. Trimester Ketiga
Di tiga bulan ketiga terjadi pertumbuhan ukuran janin sangat cepat. Ukuran tubuh sudah proporsional seperti bayi. Karena ukuran tubuhnya semakin besar, janin tidak terlalu leluasa bergerak di dalam rahim. Menjelang kelahiran bayi pada umumnya sudah mencapai panjang sekitar 50 cm. Berikutnya janin akan lahir ke dunia dan disebutlah dengan sebutan bayi.

Bagaimana Janin Memperoleh Makanan?

Janin menerima semua zat hara dan oksigen dari pasokan darah ibunya. Tetapi, darah janin itu tak pernah langsung bercampur dengan darah ibunya. Janin membuat darah sendiri dan berhubungan dengan darah ibunya melalui plasenta. Plasenta menghubungkan dinding rahim ibu dengan tali pusar bayi. Maelalui plasenta inilah ibu dan janin mempertukarkan zat hara/makanan, gas-gas dan sisa buangan.

Masa Setelah kelahiran....

1. Masa Balita dan Anak-anak
Pernahkah kamu memerhatikan seorang bayi? Pada saat dilahirkan, seorang bayi sesungguhnya telah memiliki organ dan sistem organ sebagaimana orang dewasa, namun organ-organ tersebut belum matang. Misalnya, bayi mempunyai kaki namun belum bisa berjalan dan mempunyai tangan namun belum dapat memegang dengan baik. Seiring dengan bertambahnya usia, organ-organ pada bayi juga akan berkembang.

Pada usia 1 atau 2 tahun, bayi akan mulai belajar berjalan dan mengendalikan fungsi anggota tubuh lainnya seperti tangan, kepala, mulut.Organ- organ tersebut akan semakin matang pada saat usia anak-anak. Pada saat usia masuk sekolah (sekitar usia 5 tahun), perkembangan organ anak biasanya sudah cukup matang, kecuali organ reproduksi.

2. Masa remaja atau Puberitas
Masa puberitasas adalah masa saat organ-organ reproduksi mencapai kematangannya. Masa pubertas bisanya dimulai saat berusia 8 hingga 10 tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun.Pada masa inilah kamu berada sekarang.

Apakah kamu pernah memerhatikan perubahan fisik yang terjadi padamu saat ini?

Perubahan fisik yang terjadi Perubahan fisik yang terjadi merupakan tanda kematangan organ-organ reproduksi. Pada umumnya, organ reproduksi anak perempuan lebih cepat matang dibandingkan organ reproduksi anak laki-laki.

Ciri-ciri pubertas secara fisik dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Ciri kelamin primer
Organ kelamin telah mampu memproduksi sel-sel kelamin. Laki-laki mulai menghasilkan sperma di dalam testis, sedangkan perempuan mulai menghasilkan sel telur di dalam indung telur (ovarium).
Organ kelamin mulai berfungsi. Pada remaja laki-laki ditandai dengan pertama kali mengalami “mimpi basah" yaitu proses keluarnya sperma atau air mani. Pada perempuan ditandai dengan mengalami menstruasi yang pertama kali.
b. Ciri kelamin sekunder

Pada remaja laki-laki, pubertas ditandai dengan ciri-ciri kelamin sekunder sebagai berikut.
1) Mulai tumbuh jakun.
2) Perubahan suara menjadi lebih besar dan berat.
3) Tumbuh kumis atau jenggot.
4) Tumbuh rambut di dada, kaki, ketiak, dan sekitar organ kelamin.
5) Mulai tampak otot-otot yang berkembang lebih besar dan menonjol.
6) Bahu melebar melebihi bagian pinggul.
7) Perubahan jaringan kulit menjadi lebih kasar dan pori-pori tampak membesar.
8) Kadang-kadang diikuti dengan munculnya jerawat di daerah muka.

Pada remaja perempuan, pubertas juga ditandai dengan ciri kelamin sekunder sebagai berikut.
1) Membesarnya payudara dan puting susu mulai timbul.
2) Pinggul melebar.
3) Tumbuh rambut di ketiak dan sekitar organ kelamin.
4) Suara lebih nyaring.
5) Kadang-kadang diikuti munculnya jerawat di daerah muka.

Ciri-ciri Pubertas Secara Psikis
Selain terjadi perubahan secara fisik, pada masa pubertas juga terjadi perubahan hormonal yang memengaruhi kondisi psikologis dan tingkah lakunya. Ciri-ciri pubertas secara psikis dapat diuraikan sebagai berikut.

a. Mencari identitas diri
Dalam usaha mencari identitas diri, remaja sering menentang kemapanan karena dirasa membelenggu kebebasannya. Meskipun cara berpikirnya belum dewasa namun remaja tidak mau dikatakan sebagai anak-anak. Remaja sering melakukan hal coba-coba karena rasa ingin tahu yang sangat besar.

b. Mulai tertarik kepada lawan jenis
Masa remaja adalah masa persiapan menuju dewasa. Wajar bila remaja mempunyai ketertarikan dengan lawan jenis. Namun demikian pernikahan pada usia remaja belum diperbolehkan karena secara mental belum siap. Kehamilan pada usia remaja dapat berpengaruh negatif baik pada diri maupun bayi yang dikandungnya.


Salah satu ciri pubertas pada anak perempuan adalah menstruasi. Apakah menstruasi itu?

Pada saat perempuan yang telah mengalami pematangan organ reproduksi, ovarium akan secara ritun mengeluarkan sel telur. Pengeluaran sel telur pada umumnya terjadi sekitar empat minggu (28 hari) sekali. Dalam proses ini dinding rahim juga mengalami penebalan sebagai persiapan jika sel telur dibuahi

Oleh sebab itu, jika dalam akhir siklus tersebut tidak terjadi pembuahan, sel-sel dinding rahim akan menciut, lalu mati dan akhirnya meluruh. Proses peluruhan dinding rahim ini akan keluar bersama darah, lendir, dan cairan yang berasal dari dinding rahim tersebut dikenal dengan menstruasi. Pendarahan menstruasi berlangsungselama i sampai 8 hari.

3. Masa Dewasa dan Tua
Setelah melewati masa remaja, kamu akan memasuki masa dewasa sebagai tahapan selanjutnya dari perkembangan manusia. Pada masa ini pertumbuhan tubuhmu mencapai ukuran maksimal. Tinggi badanmu akan terhenti pada usia sekitar dua puluh tahunan. Selama masa dewasa, pemahaman emosional akan terus berkembang, berpotensi untuk terus belajar, mengembangkan diri dalam hal keterampilan, dan aktualisasi diri, bekerja, membina hubungan sosial, dan terus berprestasi.

Segala potensi pada masa dewasa akan mengalami kemunduran ketika memasuki masa tua. Ini terjadi pada usia sekitar 60 – 65 tahun. Tubuh semakin renta, wajah dan tangan mulai keriput, kesehatan menurun, kecerdasan menurun, bahkan pada usia lanjut orang mudah lupa dan membutuhkan banyak istirahat, sehingga lebih banyak menghabiskan waktunya untuk beristirahat. Pada masa ini aktivitasnya menurun dan mulai sulit melakukan kegiatan sehari-hari, seperti berjalan dan lain-lain.

Populasi (biologi)

Populasi (biologi)
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Disambig gray.svg
Untuk kegunaan lain dari Populasi, lihat Populasi (disambiguasi).
Dalam biologi, populasi adalah sekumpulan individu dengan ciri-ciri yang sama (spesies) yang hidup di tempat yang sama dan memiliki kemampuan bereproduksi di antara sesamanya.[1][2] Konsep populasi banyak dipakai dalam ekologi dan genetika. Ekologiwan memandang populasi sebagai unsur dari sistem yang lebih luas. Populasi suatu spesies adalah bagian dari suatu komunitas. Selain itu, evolusi juga bekerja melalui populasi. Ahli-ahli genetika, di sisi lain, memandang populasi sebagai sarana atau wadah bagi pertukaran alel-alel yang dimiliki oleh individu-individu anggotanya. Dinamika frekuensi alel dalam suatu populasi menjadi perhatian utama dalam kajian genetika populasi.

Hukum Archimedes

Hukum Archimedes merupakan salah satu hukum fisika yang masih berhubungan dengan tekanan hidrostatis. Hukum Archimedes membahas tentang gaya apung atau gaya ke atas dan gaya berat suatu benda terhadap fluida ztau zat cair tempat benda itu berada.

Bagaimana asal mula penemuan hukum Archimedes ?
Arcimedes adalah seorang insinyur dan ilmuwan berkebangsaan Italia yang hidup pada 2 abad sebelum masehi. Pada saat itu raja memerintahkan Arcimedes untuk melakukan penyelidikan apakah mahkota yang digunakan raja terbuat dari logam asli atau logam palsu dengan syarat tidak merusak mahkota tersebut. Archimedes mendapat inspirasi ketika sedang berendam. Ketika Archimedes masuk ke dalam bak air untuk berendam ada sebagian air yang keluar dari bak tempat ia berendam. Dari situlah Archimedes mendapat ide lalu berteriak “eureka” yang artinya aku menemukan. Untuk mengekspresikan kegembiraannya Arhimedes langsung berlari keluar rumah tanpa memakai sehelai kainpun yang menutupi tubuhnya.

Archimedes membuat kesimpulan bahwa “apabila seluruh atau sebagian permukaan benda dimasukkan atau dicelupkan ke dalam suatu zat cair maka benda tersebut akan mengalami suatu gaya ke atas yang sama besar dengan berat zat cair yang dipindahkannya” pernyataan tersebut kemudian dikenal dengan bunyi hukum Archimedes.

Hukum


Archimedes dirumuskan :



Akibat bunyi hukum Archimedes tersebut maka ketika suatu benda dimasukkan ke dalam suatu zat cair, benda tersebut mungkin akan terapung atau berada di atas permukaan zat cair. Benda juga dimungkinkan akan melayang yaitu berada ditengah-tengah zat cair atau benda akan tenggelam yaitu berada di dasar zat cair. Kapan dan mengapa benda dapat terapung, melayang dan tenggelam ? berikut urainanya :
a. Benda akan terapung jika massa jenis benda lebih kecil daripada massa jenis zat cair tempat benda tersebut berada.
Contoh : gabus akan terapung di atas permukaan ar karena massa jenis gabus lebih kecil dari massa jenis air.
b. Benda akan melayang jika massa jenis benda sama dengan massa jenis zat cair tempat ia berada.
Contoh : telur ayam akan melayang jika dimasukkan ke dalam air garam karena massa jenis telur ayam sama dengan massa jenis air garam.
c. Benda akan tenggelam jika massa jenis benda lebih besar daripada massa jenis zat cair tempat benda tersebut berada.
Contoh : paku akan tenggelam ketika dimasukkan ke dalam air karena massa jenis paku lebih besar daripada massa jenis air.



Demikianlah sekilas tentang hukum Archimedes, semoga bermanfaat.

Hukum gerak Newton

Hukum gerak Newton
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ini adalah artikel bagus. Klik untuk informasi lebih lanjut.

Hukum Newton pertama dan kedua, dalam bahasa Latin, dari edisi asli journal Principia Mathematica tahun 1687.
Hukum gerak Newton adalah tiga hukum fisika yang menjadi dasar mekanika klasik. Hukum ini menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya. Hukum ini telah dituliskan dengan pembahasaan yang berbeda-beda selama hampir 3 abad,[1] dan dapat dirangkum sebagai berikut:

Hukum Pertama: setiap benda akan memiliki kecepatan yang konstan kecuali ada gaya yang resultannya tidak nol bekerja pada benda tersebut.[2][3][4] Berarti jika resultan gaya nol, maka pusat massa dari suatu benda tetap diam, atau bergerak dengan kecepatan konstan (tidak mengalami percepatan). Hal ini berlaku jika dilihat dari kerangka acuan inersial.
Hukum Kedua: sebuah benda dengan massa M mengalami gaya resultan sebesar F akan mengalami percepatan a yang arahnya sama dengan arah gaya, dan besarnya berbanding lurus terhadap F dan berbanding terbalik terhadap M. atau F=Ma. Bisa juga diartikan resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan turunan dari momentum linear benda tersebut terhadap waktu.
Hukum Ketiga: gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama, dengan arah terbalik, dan segaris. Artinya jika ada benda A yang memberi gaya sebesar F pada benda B, maka benda B akan memberi gaya sebesar –F kepada benda A. F dan –F memiliki besar yang sama namun arahnya berbeda. Hukum ini juga terkenal sebagai hukum aksi-reaksi, dengan F disebut sebagai aksi dan –F adalah reaksinya.
Ketiga hukum gerak ini pertama dirangkum oleh Isaac Newton dalam karyanya PhilosophiƦ Naturalis Principia Mathematica, pertama kali diterbitkan pada 5 Juli 1687.[5] Newton menggunakan karyanya untuk menjelaskan dan meniliti gerak dari bermacam-macam benda fisik maupun sistem.[6] Contohnya dalam jilid tiga dari naskah tersebut, Newton menunjukkan bahwa dengan menggabungkan antara hukum gerak dengan hukum gravitasi umum, ia dapat menjelaskan hukum pergerakan planet milik Kepler.

HomeBiologiSistem Indera5 Alat Indera Manusia dan Fungsinya

 HomeBiologiSistem Indera5 Alat Indera Manusia dan Fungsinya
5 Alat Indera Manusia dan Fungsinya
Tubuh kita dilengkapi dengan organ penerima rangsangan dari luar berupa sistem indra. Setiap indra terdiri atas alat penerima rangsangan dan urat saraf yang membawa rangsangan tersebut ke pusat saraf.



Indra hanya dapat berfungsi dengan sempurna bila tidak ada gangguan pada alat penerima rangsangan, urat saraf penghubung dengan pusat saraf, dan pusat saraf diotak. Manusia mempunyai 5 macam indra, yaitu indra penglihatan (mata), indra pendengaran (telinga), indra peraba (kulit), indra pembau (hidung), indra pengecap (lidah).

1. Mata
Bola mata terletak didalam rongga mata dan beralaskan lapisan lemak. Mata terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut.

a. Kornea (selaput bening)

Kornea adalah lapisan bening dan transparan yang berfungsi menerima cahaya yang masuk ke mata. kornea dilindungi oleh selaput tipis yang disebut konjungtiva. Pada bagian samping dan belakang bola mata terdapat selaput yang berwarna putih. Selaput ini disebut selaput putih (sklera). Fungsi dari selaput ini adalah melindungi struktur mata yang sangat halus dan membantu mempertahankan bentuk biji mata.

b. Iris (selaput pelangi)

Iris merupakan selaput yang memberi warna pada mata karena mengandung pigmen. Iris berfungsi untuk mengatur banyak sedikit nya cahaya yang masuk ke dalam mata.

c. Pupil (anak mata)

Pupil merupakan bagian tengah dari selaput iris yang berlubang, berbentuk bulat, dan berwarna gelap. Pupil dapat membesar dan mengecil, berfungsi sebagai tempat masuk nya cahaya ke mata.

d. Lensa mata

Lensa mata terletak di belakang iris. Lensa mata dapat berakomodasi (mencembung dan mempipih) yang berguna untuk mengatur bayangan benda tepat jatuh pada bintik kuning. Kemampuan lensa mata untuk mencembung dan mempipih disebut daya akomodasi.

e. Retina (selaput jala )

Retina merupakan selaput tipis dan membatasi bagian mata.fungsinya sebagai penangkapan bayangan karena mengandung sel-sel penglihat yang peka terhadap rangsang cahaya . terdapat dua macam sel perangsang cahaya , yaitu sel batang (basilus )dan sel kerucut (konus). Sel batang berfungsi menerima rangsang cahaya yang redup dan tidak berwarna, sedangkan sel kerucut berfungsi menerima cahaya kuat dan berwarna.

f. Bintik kuning.

Bintik kuning merupakan bagian yang paling peka terhadap cahaya karena banyak mengandung sel-sel penglihat.

g. Bintik buta

Bintik buta merupakan tempat masuk dan membeloknya berkas saraf menuj otak. Bintik buta tidak memiliki sel-sel penglihat sehingga tidak bisa menanggapi rangsangan cahaya.

2. Telinga
telingaTelinga merupakan indra pendengar yang peka terhadap rangsang yang berupa gelombang suara sebab telinga memiliki sel-sel reseptor yang berupa fonoreseptor. Telinga manusia dapat menerima suara dengan frekuensi antara 20 sampai 20.000 hz.

a. Bagian-bagian telinga

Telinga terdiri atas tiga bagian utama, yaitu :

1) Bagian luar terdiri atas daun telinga dan saluran pendengaran. Daun telinga berfungsi untuk enerima dan mengumpulkan getaran suara yang masuk.

2) Bagian tengah terdiri atas selaput gendang dan tiga tulang kecil, yaitu tulang-tulang osikula (malleus,inkus, dan stapes) telinga tengah berfungsi untuk meneruskan getaran bunyi dari telinga luar ke telinga dalam. Pada telinga tengah terdapat saluran Eustachius yang menghubungkan ruang telinga dengan faring.

3) Bagian dalam terdiri atas kokle yang berbentuk rumah sifut, saluran setengah lingkaran, dan rongga-ronggalain yang berisi cairan.

struktur-mata-manusiab. Mekanisme pendengaran .daun telinga menangkap getaran suara. Getaran suara masuk melalui saluran telinga melalui selaout gendang sehingg selaput gendang bergetar. Getaran tersebut diteruskan oleh tulang-tulang pendengaran ketingkap jorong dan di teruskan ke rumah siput.didalam rumah siput terdapat cairan yang dapat bergetar bila ada getaran suara. Getaran tersebut menyebabkan rangsangan pada ujung-ujung saraf pendengar dan menimbulkan impuls saraf yang kemudian diteruskan ke otak. Selanjutnya, otak mengolahnya sehingga kita mengenal atau mendengar bunyi tersebut . berikut skema mekanisme pendengaran manusia:

Bunyi -> daun telinga -> gendang telinga -> martil -> landasan -> sanggurdi -> tingkap jorong -> cairan limfa dirumah siput ber getar -> ujung saraf terangsang -> urat saraf pendengaran -> ke otak (otak besar ) -> diolah -> kita mengenali bunyi.

Pada telinga bagian dalam terdapat organ berupa tiga saluran setengah lingkaran. Pda organ tersebut terdapat keseimbangan . alat keseimbangan terdiri atas saluran gelung (semi sirkular atau sluran setengah lingkaran )yang ber isi cairan dan dua duah kantong kecil (sakula dan utikula.

3. Hidung
hidungBau dapat dikenali melalui indra penciuman, di dalam rongga hidung. Bau yang terhirup kedalam rongga hidung akan diterima ujung-ujung saraf pencium (epithelium olpaktori )yang di lapisi oleh mucus (lendir bening). Sel saraf penciuman memiliki rambut-rambut getar (silia) yang menjulur ke dalam mukus untuk menerima rangsang bau. Mukus berfungsi melarutkan molekul bau sehingga dapat diterima oleh rambut-rambut getar.

4. Kulit
struktur kulit manusia
struktur kulit manusia
Melalui kulit kita dapat merasakan suatu benda kasar, halus, panas, atau dingin. Kulit memiliki kemampuan tersebut karena kulit memiliki jutaan indra peraba atau sel-sel reseptorberupa mekanoreseptor atau termoreseptor.

Secara umum indra peraba peraba kita peka terhadap lima macam rangsangan, yaitu berupa sentuhan, panas, dingin, tekanan, dan nyeri (sakit). Masing-masing indra peraba hanya mendeteksi rangsangan tertentu sesuai dengan struktur atau susunan saraf indra peraba, terutama susunan bagian ujung saraf. Susunan ujung saraf indra pertaba ada dua macam, yaitu:

a. Ujung saraf bebas ,yaitu indra peraba yang bertanggung jawab atas rasa nyeri atau sakit ;
b. Ujung saraf yang berselaput (berpapila), yaitu korpuskulu pacini (reseptor bertekanan kuat);
Korpuskulu ruffini (ujung saraf peraba dan reseptorpanas);ujung saraf Krause(reseptor dingin); korpuskuluer (reseptor sentuhan).

5. Lidah
Bagian-bagian lidah
Bagian-bagian lidah
Indra pengecap merupakan stuktur berupa kuncup atau tonjola yang umumnya terdapat pada permukaan lidah . sel-sel reseptor pada lidah paka terhadap zat-zat kimia sehingga disebut komoreseptor. Kehadiran zat-zat kimia merangsang sel-sel reseptor pada permukaan lidah dan mwnimbulkan impuls-impuls saraf.selanjutnya impuls saraf dikirim ke otao dan otak mengolahnya sehingga kita dapat mengenal rasa.

Pengertian dan Contoh Rantai Makanan

Pengertian dan Contoh Rantai Makanan
Kategori : Ekologi, Ekosistem
Rantai Makanan
Dalam ekosistem, terjadi hubungan antar-organisme dan juga lingkungannya. Hubungan yang terjadi di antara organisme atau individu tersebut cukup kompleks dan saling mempengaruhi satu sama lainnya. Hubungan antara unsur hayati dan juga non-hayati tersebut kemudian bermuara pada suatu sistem ekologis yang kemudian kita sebut eksosistem. Dan di dalam pola interaksi hubungan tersebut ikut melibatkan terjadinya siklus biogeokimia, sejumlah aliran energi dan juga rantai makanan. Apa yang disebut dengan rantai makanan? Pengertian rantai makanan tak lain adalah serangkaian proses beralihnya energi dari sumbernya yakni tumbuhan melalui organisme yang memakan dan yang dimakan. Berikut contoh rantai makanan dan pembagiannya.

Pembagian Rantai Makanan

Beberapa ahli ekologi membagi 4 jenis rantai pokok di dalam sistem rantai makanan, antara lain sebagai berikut:


Rantai Pemangsa

Rantai ini merupanan dasar utama dimana tumbuhan hijau berlaku sebagai produsen. Peraluhan energinya dimulai dari organisme herbivora atau penyantap tumbuhan mengkonsumsi tanaman. Organisme herbivora ini disebut juga dengan nama konsumen tingkat I. Selanjutnya, organisme yang menyantap tumbuhan tersebut dimangsa oleh organisme lainnya yang disebut karnivora. Si karnovora tersebut kemudian dinamai Konsumen tingkat II. Selanjutnya adalah organisme yang memangsa karnivora maupun herbivora yakni omnivore dan dikenal dengan nama lain Konsumen tingkat III.

Rantai Parasit

Siklus rantai yang satu ini diawali dari organisme yang besar sampai organisme yang hidup sebagai parasit dengan mengambil makanan dari inang-nya. Contoh rantai makanan yang satu ini adalah cacing pita, jamur, benalu dan juga bakteri.

Rantai Saprofit

Rantai yang satu ini diawali dari matinya suatu organisme dan kemudian berujung pada daur ulang atau penguraian oleh jasad renik. Contohnya adalah jamur dan juga bakteri. Masing-masing rantai tidak berdiri sendiri melainkan saling berkesinambungan satu sama lain.

Rantai Makanan Menjadi Jaring Makanan

Melihat pola di atas, bisa kita simpulkan bahwa rantai makanan adalah peristiwa dimana terjadi perpindahan energi atau makanan dari yang satu ke mahluk hidup lainnya dalam suatu urutan tertentu. Berikut contoh rantai makanan yang sederhana:



Dari gambar di atas kita bisa melihat terjadi sejumlah peristiwa antara lain:
Rerumputan atau tumbuhan dimakan oleh organisme tikus.
selanjutnya, tikus dimangsa oleh sang ular.
Kemudian ular tersebut dimangsa oleh burung elang.
Saat sang elang meninggal, ia akan mati dan kemudian membusuk. Pada proses tersebut ia akan diuraikan oleh mikroorganisme seperti bakteri dan kemudian diserap lagi oleh tanah tempat tanaman seperti rerumputan tumbuh.
Peristiwa-peristiwa tersebut di atas adalah rantai makanan. Dalam urutan tersebut kita bisa dengan mudah mengidentifikasi yang mana konsumen tingkat I yakni tikus, konsumen tingkat ke-II yakni ular, dan konsumen tingkat ke-III yakni elang.

Jaring-jaring Makanan
Ada banyak contoh rantai makanan lainnya. Dengan demikian bisa disimpulkan bahawa terdapat ragam jenis rantai makanan. Apabila rantai makanan yang satu berkaitan dengan rantai makanan lainnya maka akan terbentuk sesuatu yang dikenal dengan istilah jaring-jaring makanan. Dalam jaring-jaring makanan, tidak ada lagi urutan yang runut seperti pada rantai makanan. Coba cermati gambar yang ada di atas, dimana konsumen tingkat pertama tidak hanya satu, demikian selanjutnya.
Newer Post Home
 
   
Cari Artikel Disini

Loading...
Tentang Kami

Selamat datang datang di blog Ekosistem dan Ekologi!
Disini kami akan mencoba untuk menyajikan beragam informasi menarik seputar ekosistem dan ekologi seperti apa pengertiannya, contoh-contohnya, serta beragam interaksi yang terjadi di dalamnya.
Kami berupaya untuk menyajikan data yang akurat dan bermanfaat bagi para pembaca kami. Kami sadar, bahwa apa yang kami sajikan ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun dengan hati kami terima. Dan, jika Anda merasa bahwa apa yang kami sajikan saat ini cukup bermanfaat, sebuah like di Fanpage kami akan sangat bermanfaat bagi tumbuh dan berkembangnya blog ini

Popular Posts


Pengertian dan Contoh Rantai Makanan
Dalam ekosistem, terjadi hubungan antar-organisme dan juga lingkungannya. Hubungan yang terjadi di antara organisme atau individu ters...

Cara Mengatasi Pencemaran Air : Berawal Dari Diri Sendiri
Img Source : Makalahsekolah.wordpress.com Air merupakan salah satu komponen yang dibutuhkan kehidupan manusia. Menurut Kodoatie (2008) “...

Penyebab Dan Dampak Kebakaran Hutan Di Indonesia
Indonesia merupakan salah satu Negara tropis yang memiliki wilayah hutan terluas kedua di dunia. Keberadaan hutan ini tentunya merupaka...

Memahami Interaksi Dalam Ekosistem
Berbicara soal ekosistem, pasti tak akan pernah lepas dari pola interaksi yang dibangun oleh komponen-komponen yang ada di dalamnya. K...

Penyebab Kekeringan Di Indonesia Dan Penanggulangannya
Kekeringan di Indonesia merupakan persoalan yang memiliki dampak yang cukup signifikan utamanya dalam bidang pertanian. Kekeringan yan...

Memahami Pengertian Ekologi
Secara harfiah, ekologi mengakar pada dua kata dari bahasa Yunani yakni Oikos dan juga Logos. Oikos berarti rumah atau tempat untuk h...

Mengenal Macam-Macam Ekosistem
Ekosistem secara sederhana adalah interaksi atau hubungan timbal balik antara organisme mahluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. Di ...

Memahami Keseimbangan Ekosistem
Keseimbangan ekosistem adalah suatu kondisi dimana interaksi antara komponen-komponen di dalamnya berlangsung secara harmonis dan seimba...
Simple template. Template images by macroworld. Powered by Blogg

Rangkaian seri dan paralel

Rangkaian seri dan paralel
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Elektromagnetisme
Solenoid
Kelistrikan Magnetisme
Elektrostatika[tampilkan]
Magnetostatika[tampilkan]
Elektrodinamika[tampilkan]
Rangkaian listrik[sembunyikan]
Arus listrik Potensial listrik
Tegangan listrik Hambatan
Hukum Ohm
Rangkaian seri Rangkaian paralel
Arus searah Arus bolak-balik
Arus bermuatan Arus netral
Gaya gerak listrik Kapasitansi
Induktansi Impedansi
Rongga resonan Panduan gelombang
Rumus kovarian[tampilkan]
Ilmuwan[tampilkan]
l b s

Sebuah rangkaian seri dengan sumber tegangan dan 3 resistor
Komponen sebuah rangkaian listrik atau rangkaian elektronik dapat dihubungkan dengan berbagai cara. Dua tipe paling sederhana adalah rangkaian seri dan parallel. Rangkaian yang disusun secara sejajar disebut rangkaian seri, sedangkan rangkaian yang disusun secara berderet disebut rangkaian paralel. Komponen yang tersusun seri akan terhubung melalui satu jalur, sehingga aliran arus listrik akan mengalir ke semua komponen.[1][2] Pada rangkaian paralel, tegangan yang melewati tiap komponen adalah sama, dan total arus adalah jumlahan arus yang melewati tiap komponen.[1]
Anggap sebuah rangkaian sederhana yang terdiri dari 4 lampu dan satu baterai 6 V. Jika keempat lampu terhubung seri, maka arus yang melewati tiap lampu sama dan voltage drop turun 1.5 V setiap lampu, yang mungkin tidak cukup untuk menyalakan semua lampu. Jika keempat lampu terhubung paralel, arus yang melalui tiap lampu akan digabungkan, sedangkan voltage drop turun melalui tiap lampu dan semuanya bisa menyala.
Rangkaian listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input komponen berasal dari sumber yang sama. Semua komponen satu sama lain tersusun paralel. Hal inilah yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan biaya yang lebih banyak (kabel penghubung yang diperlukan lebih banyak). Selain kelemahan tersebut, susunan paralel memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. Adapun kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya
Gabungan antara rangkaian seri dan rangkaian paralel disebut rangkaian seri-paralel (kadang disebut sebagai rangkaian campuran atau rangkaian kombinasi).
Daftar isi  [sembunyikan]
1 Rangkaian seri
1.1 Arus
1.2 Resistor
1.3 Induktor
1.4 Kapasitor
2 Rangkaian paralel
3 Catatan
4 Referensi
Rangkaian seri[sunting | sunting sumber]
Arus[sunting | sunting sumber]

I = I_1 = I_2 = I_3 = \dots = I_r
Pada rangkaian seri, arus yang lewat besarnya sama tiap elemen.
Resistor[sunting | sunting sumber]
Total hambatan resistor pada rangkaian seri sama dengan jumlahan masing-masing hambatan:
Diagram beberapa resistor yang disusun dalam rangkaian seri.
R_\text{total} = R_1 + R_2 + \cdots + R_n
Konduktansi listrik berkebalikan dengan hambatan. Total konduktansi pada rangkaian seri dari resistor dapat dihitung dari persamaan berikut:
\frac{1}{G_\mathrm{total}} = \frac{1}{G_1} + \frac{1}{G_2} + \cdots + \frac{1}{G_n}.
Untuk kasus khusus dengan 2 resistor dipasang seri, total konduktansi sama dengan:
G_\text{total} = \frac{G_1 G_2}{G_1+G_2}.
Induktor[sunting | sunting sumber]
Induktor juga mengikuti hukum yang sama:
Diagram beberapa induktor, terhubung ujung ke ujung, dengan jumlah arus yang sama tiap elemen.
L_\mathrm{total} = L_1 + L_2 + \cdots + L_n
Namun, dalam beberapa kasus sulit untuk menghindari induktor yang berdekatan untuk saling mempengaruhi, karena medan magnet dari satu elemen akan terhubung dengan elemen lainnya. Pengaruh ini didefinisikan pada induktansi-saling M. Jika 2 induktor dipasang seri, ada kemungkinan besarnya induktansi sama tergantung dari medan magnet dari kedua induktor mempengaruhi satu sama lain.
Kapasitor[sunting | sunting sumber]
Kapasitor mengikuti hukum berkebalikan. Total kapasitansi yang dipasang seri sama dengan dari jumlah kebalikan masing-masing elemen:
Diagram beberapa kapasitor, terhubung ujung ke ujung, dengan jumlah arus yang sama tiap elemen.
\frac{1}{C_\mathrm{total}} = \frac{1}{C_1} + \frac{1}{C_2} + \cdots + \frac{1}{C_n}.
Rangkaian paralel[sunting | sunting sumber]
Diagram beberapa resistor yang disusun dalam rangkaian paralel.
\frac{1}{R_\mathrm{total}} = \frac{1}{R_1} + \frac{1}{R_2} + \cdots + \frac{1}{R_n}.
Jumlah kebalikan hambatan total rangkaian paralel sama dengan jumlah dari kebalikan hambatan tiap- tiap komponen (resistor).
Catatan[sunting | sunting sumber]
^ a b Resnick et al. (1966), Chapter 32, Example 1.
^ Smith, R.J. (1966), page 21
Referensi[sunting | sunting sumber]
Resnick, Robert and Halliday, David (1966), Physics, Vol I and II, Combined edition, Wiley International Edition, Library of Congress Catalog Card No. 66-11527
Smith, R.J. (1966), Circuits, Devices and Systems, Wiley International Edition, New York. Library of Congress Catalog Card No. 66-17612
Williams, Tim, The Circuit Designer's Companion, Butterworth-Heinemann, 2005 ISBN 0-7506-6370-7.
ElectricDanger.png Artikel bertopik listrik ini adalah sebuah rintisan. A

Ekosistem

Ekosistem
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Ekosistem padang rumput adalah contoh ekosistem terestrial
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.[1] Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi.[1]
Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme.[1] Matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada.[1]
Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem.[2] Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga memengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup.[2] Pengertian ini didasarkan pada Hipotesis Gaia, yaitu: "organisme, khususnya mikroorganisme, bersama-sama dengan lingkungan fisik menghasilkan suatu sistem kontrol yang menjaga keadaan di bumi cocok untuk kehidupan".[2] Hal ini mengarah pada kenyataan bahwa kandungan kimia atmosfer dan bumi sangat terkendali dan sangat berbeda dengan planet lain dalam tata surya.[2]
Kehadiran, kelimpahan dan penyebaran suatu spesies dalam ekosistem ditentukan oleh tingkat ketersediaan sumber daya serta kondisi faktor kimiawi dan fisis yang harus berada dalam kisaran yang dapat ditoleransi oleh spesies tersebut, inilah yang disebut dengan hukum toleransi.[3] Misalnya: Panda memiliki toleransi yang luas terhadap suhu, namun memiliki toleransi yang sempit terhadap makanannya, yaitu bambu.[1] Dengan demikian, panda dapat hidup di ekosistem dengan kondisi apapun asalkan dalam ekosistem tersebut terdapat bambu sebagai sumber makanannya.[1] Berbeda dengan makhluk hidup yang lain, manusia dapat memperlebar kisaran toleransinya karena kemampuannya untuk berpikir, mengembangkan teknologi dan memanipulasi alam.[2]
Daftar isi  [sembunyikan]
1 Komponen pembentuk
1.1 Abiotik
1.2 Biotik
1.2.1 Heterotrof / Konsumen
1.2.2 Pengurai / dekomposer
2 Ketergantungan
2.1 Antar komponen biotik
2.2 Antar komponen biotik dan abiotik
3 Tipe-tipe Ekosistem
3.1 Akuatik (air)
3.2 Terestrial (darat)
3.3 Buatan
4 Lihat Pula
5 Referensi
Komponen pembentuk[sunting | sunting sumber]
Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah:
Abiotik[sunting | sunting sumber]
Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup.[4] Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan waktunya.[2] Komponen abiotik dapat berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan faktor yang memengaruhi distribusi organisme, yaitu[2]:
Suhu. Proses biologi dipengaruhi suhu. Mamalia dan unggas membutuhkan energi untuk meregulasi temperatur dalam tubuhnya.
Air. Ketersediaan air memengaruhi distribusi organisme. Organisme di gurun beradaptasi terhadap ketersediaan air di gurun.
Garam. Konsentrasi garam memengaruhi kesetimbangan air dalam organisme melalui osmosis. Beberapa organisme terestrial beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam tinggi.
Cahaya matahari. Intensitas dan kualitas cahaya memengaruhi proses fotosintesis. Air dapat menyerap cahaya sehingga pada lingkungan air, fotosintesis terjadi di sekitar permukaan yang terjangkau cahaya matahari. Di gurun, intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan suhu sehingga hewan dan tumbuhan tertekan.
Tanah dan batu. Beberapa karakteristik tanah yang meliputi struktur fisik, pH, dan komposisi mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada kandungan sumber makanannya di tanah.
Iklim. Iklim adalah kondisi cuaca dalam jangka waktu lama dalam suatu area. Iklim makro meliputi iklim global, regional dan lokal. Iklim mikro meliputi iklim dalam suatu daerah yang dihuni komunitas tertentu.
Biotik[sunting | sunting sumber]
Biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu yang hidup (organisme). Komponen biotik adalah suatu komponen yang menyusun suatu ekosistem selain komponen abiotik (tidak bernyawa). Berdasarkan peran dan fungsinya, makhluk hidup dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
Heterotrof / Konsumen[sunting | sunting sumber]
Komponen heterotrof terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya .[4] Komponen heterotrof disebut juga konsumen makro (fagotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih kecil.[4] Yang tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.[4]
Pengurai / dekomposer[sunting | sunting sumber]
Pengurai atau dekomposer adalah organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati.[4] Pengurai disebut juga konsumen makro (sapotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih besar.[1] Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen.[4] Yang tergolong pengurai adalah bakteri dan jamur.[4] Ada pula pengurai yang disebut detritivor, yaitu hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik, contohnya adalah kutu kayu.[4] Tipe dekomposisi ada tiga, yaitu[2]:
aerobik : oksigen adalah penerima elektron / oksidan
anaerobik : oksigen tidak terlibat. Bahan organik sebagai penerima elektron /oksidan
fermentasi : anaerobik namun bahan organik yang teroksidasi juga sebagai penerima elektron. komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan ekosistem yang teratur[4]. Misalnya, pada suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri dari ikan sebagai komponen heterotrof, tumbuhan air sebagai komponen autotrof, plankton yang terapung di air sebagai komponen pengurai, sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut dalam air.[4]
Ketergantungan[sunting | sunting sumber]

Rantai makanan
Ketergantungan pada ekosistem dapat terjadi antar komponen biotik atau antara komponen biotik dan abiotik[2].
Antar komponen biotik[sunting | sunting sumber]
Ketergantungan antar komponen biotik dapat terjadi melalui[2]:
Rantai makanan, yaitu perpindahan materi dan energi melalui proses makan dan dimakan dengan urutan tertentu. Tiap tingkat dari rantai makanan disebut tingkat trofi atau taraf trofi. Karena organisme pertama yang mampu menghasilkan zat makanan adalah tumbuhan maka tingkat trofi pertama selalu diduduki tumbuhan hijau sebagai produsen. Tingkat selanjutnya adalah tingkat trofi kedua, terdiri atas hewan pemakan tumbuhan yang biasa disebut konsumen primer. Hewan pemakan konsumen primer merupakan tingkat trofi ketiga, terdiri atas hewan-hewan karnivora. Setiap pertukaran energi dari satu tingkat trofi ke tingkat trofi lainnya, sebagian energi akan hilang.[2]
Jaring- jaring makanan, yaitu rantai-rantai makanan yang saling berhubungan satu sama lain sedemikian rupa sehingga membentuk seperi jaring-jaring. Jaring-jaring makanan terjadi karena setiap jenis makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup lainnya.
Antar komponen biotik dan abiotik[sunting | sunting sumber]
Ketergantungan antara komponen biotik dan abiotik dapat terjadi melalui siklus materi, seperti[2]:
siklus karbon
siklus air
siklus nitrogen
siklus sulfur
Siklus ini berfungsi untuk mencegah suatu bentuk materi menumpuk pada suatu tempat.[2] Ulah manusia telah membuat suatu sistem yang awalnya siklik menjadi nonsiklik, manusia cenderung mengganggu keseimbangan lingkungan.[2]
Tipe-tipe Ekosistem[sunting | sunting sumber]
Secara umum ada tiga tipe ekosistem, yaitu ekositem air, ekosisten darat, dan ekosistem buatan.[5]
Akuatik (air)[sunting | sunting sumber]

Ekosistem sungai
Ekosistem air tawar.
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca.[5] Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji.[5] Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.[5]
Ekosistem air laut.
Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar.[5] Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25 °C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi, sehingga terdapat batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah yang disebut daerah termoklin.[5]
Ekosistem estuari.
Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut.[5] Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. Ekosistem estuari memiliki produktivitas yang tinggi dan kaya akan nutrisi[1]. Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton.[5] Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan.[5]
Ekosistem pantai.
Dinamakan demikian karena yang paling banyak tumbuh di gundukan pasir adalah tumbuhan Ipomoea pes caprae yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin.[5] Tumbuhan yang hidup di ekosistem ini menjalar dan berdaun tebal.[5]
Ekosistem sungai.
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah.[5] Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air[5]. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang.[5] Ekosistem sungai dihuni oleh hewan seperti ikan kucing, gurame, kura-kura, ular, buaya, dan lumba-lumba.[5]
Ekosistem terumbu karang.
Ekosistem ini terdiri dari coral yang berada dekat pantai.[1] Efisiensi ekosistem ini sangat tinggi.[1] Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain.[4] Berbagai invertebrata, mikro organisme, dan ikan, hidup di antara karang dan ganggang.[4] Herbivora seperti siput, landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan karnivora.[4] Kehadiran terumbu karang di dekat pantai membuat pantai memiliki pasir putih.[1]
Ekosistem laut dalam.
Kedalamannya lebih dari 6.000 m.[4] Biasanya terdapat lele laut dan ikan laut yang dapat mengeluarkan cahaya.[4] Sebagai produsen terdapat bakteri yang bersimbiosis dengan karang tertentu.[4]
Ekosistem lamun.
Lamun atau seagrass adalah satu‑satunya kelompok tumbuh-tumbuhan berbunga yang hidup di lingkungan laut[6]. Tumbuh‑tumbuhan ini hidup di habitat perairan pantai yang dangkal.[6] Seperti hal­nya rumput di darat, mereka mempunyai tunas berdaun yang tegak dan tangkai‑tangkai yang merayap yang efektif untuk berbiak.[6] Berbeda dengan tumbuh‑tumbuhan laut lainnya (alga dan rumput laut), lamun berbunga, berbuah dan meng­hasilkan biji. Mereka juga mempunyai akar dan sistem internal untuk mengangkut gas dan zat‑zat hara.[6] Sebagai sumber daya hayati, lamun banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.[6]
Terestrial (darat)[sunting | sunting sumber]

Ekosistem hutan hujan tropis memiliki produktivitas tinggi.

Ekosistem taiga merupakan hutan pinus dengan ciri iklim musim dingin yang panjang.

Ekosistem tundra didominasi oleh vegetasi perdu.
Penentuan zona dalam ekosistem terestrial ditentukan oleh temperatur dan curah hujan.[2] Ekosistem terestrial dapat dikontrol oleh iklim dan gangguan.[2] Iklim sangat penting untuk menentukan mengapa suatu ekosistem terestrial berada pada suatu tempat tertentu.[2] Pola ekosistem dapat berubah akibat gangguan seperti petir, kebakaran, atau aktivitas manusia.[2]
Hutan hujan tropis.
Hutan hujan tropis terdapat di daerah tropik dan subtropik.[5] Ciri-cirinya adalah curah hujan 200-225 cm per tahun.[5] Spesies pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya.[5] Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang pohon tinggi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi).[5] Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro, yaitu iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme.[5] Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari, variasi suhu dan kelembapan tinggi, suhu sepanjang hari sekitar 25 °C.[5] Dalam hutan hujan tropis sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan) dan anggrek sebagai epifit.[5] Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu.[5]
Sabana.
Sabana dari daerah tropik terdapat di wilayah dengan curah hujan 40 – 60 inci per tahun, tetapi temepratur dan kelembaban masih tergantung musim.[6] Sabana yang terluas di dunia terdapat di Afrika; namun di Australia juga terdapat sabana yang luas.[6] Hewan yang hidup di sabana antara lain serangga dan mamalia seperti zebra, singa, dan hyena.[1]
Padang rumput.
Padang rumput terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik.[4] Ciri-ciri padang rumput adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun, hujan turun tidak teratur, porositas (peresapan air) tinggi, dan drainase (aliran air) cepat.[4] Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan.[4] Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus dan ular.[4]
Gurun.
Gurun terdapat di daerah tropik yang berbatasan dengan padang rumput.[6] Ciri-ciri ekosistem gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun).[6] Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar.[6] Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil[6]. Selain itu, di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air.[6] Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, semut, ular, kadal, katak, kalajengking, dan beberapa hewan nokturnal lain.[6]
Hutan gugur.
Hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang yang memiliki empat musim, ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun.[4] Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat.[4] Hewan yang terdapat di hutam gugur antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakun (sebangsa luwak).[4]
Taiga
Taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik, ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah.[5] Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dan sejenisnya.[5] Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali, sedangkan hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.[5]
Tundra
Tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi.[5] Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari.[5] Contoh tumbuhan yang dominan adalah sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan perdu, dan rumput alang-alang.[5] Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin.[5]
Karst (batu gamping /gua).
Karst berawal dari nama kawasan batu gamping di wilayah Yugoslavia.[6] Kawasan karst di Indonesia rata-rata mempunyai ciri-ciri yang hampir sama yaitu, tanahnya kurang subur untuk pertanian, sensitif terhadap erosi, mudah longsor, bersifat rentan dengan pori-pori aerasi yang rendah, gaya permeabilitas yang lamban dan didominasi oleh pori-pori mikro.[6] Ekosistem karst mengalami keunikan tersendiri, dengan keragaman aspek biotis yang tidak dijumpai di ekosistem lain.[6]
Buatan[sunting | sunting sumber]

Sawah merupakan salah satu contoh ekosistem buatan
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya.[5] Ekosistem buatan mendapatkan subsidi energi dari luar, tanaman atau hewan peliharaan didominasi pengaruh manusia, dan memiliki keanekaragaman rendah.[1] Contoh ekosistem buatan adalah[5]:
bendungan
hutan tanaman produksi seperti jati dan pinus
agroekosistem berupa sawah tadah hujan
sawah irigasi
perkebunan sawit
ekosistem pemukiman seperti kota dan desa
ekosistem ruang angkasa.[1]
Ekosistem kota memiliki metabolisme tinggi sehingga butuh energi yang banyak.[2] Kebutuhan materi juga tinggi dan tergantung dari luar, serta memiliki pengeluaran yang eksesif seperti polusi dan panas.[2]
Ekosistem ruang angkasa bukan merupakan suatu sistem tertutup yang dapat memenuhi sendiri kebutuhannya tanpa tergantung input dari luar.[1] Semua ekosistem dan kehidupan selalu bergantung pada bumi.[1]
Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Sistem peredaran darah

Sistem peredaran darah
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ini adalah versi yang telah diperiksa dari halaman initampilkan/sembunyikan detail

Sistem peredaran darah manusia, pembuluh nadi (arteri) berwarna merah dan pembuluh balik (vena) berwarna biru.
Sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel. Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian dari homeostasis).
Ada dua jenis sistem peredaran darah: sistem peredaran darah terbuka, dan sistem peredaran darah tertutup. sistem peredaran darah, yang merupakan juga bagian dari kinerja jantung dan jaringan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) dibentuk. Sistem ini menjamin kelangsungan hidup organisme, didukung oleh metabolisme setiap sel dalam tubuh dan mempertahankan sifat kimia dan fisiologis cairan tubuh.
Pertama, darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel dan karbon dioksida dalam arah yang berlawanan (lihat respirasi).
Kedua, yang diangkut dari nutrisi yang berasal pencernaan seperti lemak, gula dan protein dari saluran pencernaan dalam jaringan masing-masing untuk mengonsumsi, sesuai dengan kebutuhan mereka, diproses atau disimpan.
Metabolit yang dihasilkan atau produk limbah (seperti urea atau asam urat) yang kemudian diangkut ke jaringan lain atau organ-organ ekskresi (ginjal dan usus besar). Juga mendistribusikan darah seperti hormon, sel-sel kekebalan tubuh dan bagian-bagian dari sistem pembekuan dalam tubuh.
Peredaran darah terdiri dari:
Peredaran darah terbuka
Peredaran darah tertutup
Lihat pula

Sistem pernapasan

Sistem pernapasan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ini adalah versi yang telah diperiksa dari halaman initampilkan/sembunyikan detail

Gambar lengkap sistem pernapasan manusia.
Sistem pernapasan atau sistem respirasi adalah sistem organ yang digunakan untuk pertukaran gas. Pada hewan berkaki empat, sistem pernapasan umumnya termasuk saluran yang digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran gas. Diafragma menarik udara masuk dan juga mengeluarkannya. Berbagai variasi sistem pernapasan ditemukan pada berbagai jenis makhluk hidup. Bahkan pohon pun memiliki sistem pernapasan.

Pernapasan dada[sunting | sunting sumber]
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.

Fase inspirasi. Fase ini diawali dengan berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada terangkat atau membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembali ditariknya otot antara tulang rusuk ke kebelakang yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
Pernapasan perut[sunting | sunting sumber]
Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.

Fase inspirasi. Fase ini berupa berelaksasinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase kontraksi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

organ tubuh manusia


1.    SISTEM PENCERNAAN

Pada tubuh manusia sistem pencernaan berfungsi untuk menghancurkan makanan yang masuk ke dalam tubuh lalu menyerap berbagai nutrisi dari makanan tersebut yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu sistem pencernaan juga befungsi untuk membuang sisa – sisa makanan yang tidak berfungsi bagi tubuh. Ada 2 proes pencernaan yang terjadi dalam tubuh manusia yaitu pencernaan
mekanik dan pencernaan kimiawi.

Pada pencernaan mekanik makanan dirubah menjadi bentuk yang lebih halus untuk mempermudah proses pencernaan itu sendiri. Sedangkan pada pencernaan kimiawi makanan yang telah halus tadi dirubah  menjadi zat – zat yang lebih sederhana dengan bantuan enzim – enzim yang ada dalam mulut, lambung, dan usus.

Sistem pencernaan itu sendiri terdiri dari berbagai macam organ yaitu : mulut, saluran pencenaan, dan kelenjar pencernaan. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai organ – organ yang terlibat dalam sistem pencernaan manusia :


A.    Rongga Mulut

Proses pertama dalam pencernaan terjadi di rongga mulut, dimana makanan pertama kali masuk ke dalam tubuh manusia melalui mulut. Di dalam mulut sendiri terdapat beberapa organ yaitu :

Gigi : Gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis dimana makanan akan dirubah menjadi bagian – bagian yang lebih halus. Proses ini beguna untuk mempercepat proses pencernaan dengan bantuan enzim pencernaan.
Lidah : Ludah merupakan organ pencernaan yang berfungsi untuk mencampur dan menelan makanan. Lidah membantu penempatan makanan sehingga dapat dikunyah oleh gigi.
Kelenjar Ludah: di dalam mulut terdapat 3 kelenjar ludah yaitu glandula parotis, glandula submaksilaris, dan glandula sublingualis. Setelah proses mekanik oleh gigi, makanan akan bercampur dengan ludah agar menjadi lembek dan mudah ditelan. Makanan yang telah dilumatkan dengan air liur disebut bolus. Bolus ini akan diteruskan ke sistem pencernaan selanjutnya.

B. Saluran pencernaan

Berikut beberapa organ dalam saluran pencernaan :
 Kerongkongan (esophagus): Kerongkongan merupakan saluran panjang yang berfungsi sebagai jalan bolus dari mulu ke lambung. Jalannya bolus dari mulut ke lambung melalui kerongkongan ini disebabkan oleh adanya suatu gerakan yang disebut gerakan peristaltic  pada dinding otot kerongkongan. Gerakan peristaltic ini terjadi karena adanya kontraksi otot secara bergantian si lapisan otot dinding kerongkongan.
Lambung (ventriculus): Lambung merupakan saluran perncernaan yang terletak di bawah sekat rongga badan. Di dalam lambung terjadi pencernaan mekanik yang dibantu oleh dinding lambung dan perncernaan kimiawi yang dibantu oleh getah lambung. Lambung ini berfungsi sebagai tempat untuk menampung makanan.
Usus Halus: Usus halus berfungsi untuk menyerap nutrisi yang terdapat dalam makanan. Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan secara kimiawi dengan bantuan berbagai macam enzim pencernaan.
Usus Besar: Setelah nutrisi dan makanan diserap di usus halus, makanan akan disalurkan ke usus besar. Fungsi utama usus besar adalah untuk menyerap air dan elektrolit dari sisa pencernaan dan menyimpan kotoran sampai diekskresikan.
Rectum: Rektum (poros usus) merupakan organ pencernaan yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung feses.
Anus : Feses akan didorong oleh otot – otot polos menuju ke anus sebelum akhirnya dibuang ke luar tubuh. Proses pembuangan festes ini dinamakan defekasi. Otot – otot disekitar anus akan berkontraksi sehingga anus membuka dan mengeluarkan feses.

C. Kelenjar Pencernaan

Organ – organ pada kelenjar pencernaan meliputi :
 Hati : Hati berfungsi untuk Menghasilkan empedu sebagai kelenjar eksoren untuk menyimpan cadangan lemak, glikogen, vitamin A, B12,D, dan albumin. Fungsi utama hati biasanya dikaitkan dengan detoksifikasi zat – zat beracun dalam pencernaan
Pankres: Pankreas merupakan kelenjar yang menghasilkan beberapa enzim pencernaan diantaranya yaitu protease, nuclease, amylase, dan lipase. Keluarnya enzim dari kelenjar pancreas bergantung pada aktifitas hormone sekretin yang dihasilkan oleh usus dua belas jari pada saat makanan masuk ke dalamnya.
Kelenjar Empedu: Kelenjar ini berfungsi utama dari kantung empedu adalah untuk menyimpan empedu sampai dibutuhkan untuk pencernaan. Kandung empedu juga membantu proses pencernaan lemak.

2. SISTEM PERNAPASAN

Pada saat kita bernapas maka sistem pernapasan akan bekerja. Bernapas adalah proses mengambil oksigen di udara dan mengeluarkan karbon dioksida.

Organ – organ yang terdapat pada sistem pernapasan diantaranya yaitu :
A. Hidung

Di dalam hidung terdapat rongga hidung yang berlapis selaput lender. Selaput lender ini berfungsi untuk menangkap benda asing yang terbawa oleh oksigen dari udara yang masuk ke saluran pernapasan. Di dalam hidung juga terdapat rambut – rambut hidung yang berfungsi sebagai penyaring kotoran yang masuk bersama dengan oksigen. Fungsi hidung sendiri selain sebagai alat pernapasan juga sebagai alat indera pencium.


B. Faring (pangkal tenggorokan)

Faring adalah percabangan dua saluran yaitu nasofarings dan orofarings. Fungsi utama faring adalah untuk menyediakan saluran bagi udara yang keluar masuk dan juga sebagai jalan makanan dan minuman yang ditelan.


C. Laring

Laring terletak di antara faring dan trakea. Laring merupakan tempat epiglottis dan pita suara. Masuknya udara melalui faring menyebabkan laring bergetar dan terdengar sebagai suara.

D. Tenggorokan/Trakea

Tenggorokan berbentuk seperti pipa yang panjangnya kurang lebih 10 cm yang terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada. Trakea berfungsi untuk menyaring udara yang kita hirup dan juga bercabang ke bronkus.

D.    Paru – paru

Paru – paru merupakan organ vital yang sangat penting bagi manusia. Dalam sistem pernapasan paru – paru berfungsi untuk mengeluarkan karbondioksida dan uap air. Paru – paru bertugas untuk mentransfer oksigen yang dihirup ke dalam darah untuk kemudian dialirkan ke seluruh tubuh.

Paru – paru berada di dalam rongga dada sebelah kiri dan kanan yang dilindungi oleh tulang rusuk. Paru – paru terdiri dari paru – paru kanan dan paru – paru kiri. Paru – paru kanan terdiri dari tiga gelambir sedangkan paru – paru kiri memiliki dua gelambir.

F.    Diafragma

Diafragma adalah partisi otot antara perut dan rongga dada dan meluas di bagian bawah tulang rusuk. Fungsi utama diafragma adalah untuk membantu sistem pernapasan.


3. SISTEM SIRKULASI

Secara umum sistem sirkulasi berfungsi untuk memelihara kondisi seimbang di dalam seluruh jaringan tubuh agar sel bisa bertahan hidup dan berfungsi secara optimal. Selain itu sestem sirklasi juga berfungsi untuk :
Memenuhi kebutuhan jaringan tubuh
Mentransfor zat – zat makanan ke jaringan tubuh
Menghantarkan hormone dari satu bagian ke bagian tubuh lainnya
Sistem sirkulasi ini terdiri dari
A. istem Peredaran Darah/Transportasi

Sistem Transfortasi adalah proses pengedaran zat – zat yang diperlukan ke seluruh tubuh dan pengambilan zat – zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan ke luar tubuh.
Fungsi sistem peredaran darah adalah :
Untuk mensuplai oksigen dan sari – sari makanan yang diabsorbsi dari sistem pencernaan ke seluruh jaringan tubuh
Membawa gas sisa berupa karbon1dioksida ke paru – paru
Mengembalikan zat sisa metabolism ke ginjal untuk disekresikan
Menjaga suhu tubuh
Mendistribusikan hormon – hormon untuk mengatur sel tubuh.
Sistem peredaran darah manusia meliputi beberapa organ diantaranya:
Darah yang berfungsi sebagai alat transfortasi utama dalam sistem sirkulasi
Jantung yang berfungsi untuk memompa darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh manusia
Pembuluh darah yang merupakan jalan bagi darah mengalir dari jantung menuju ke jaringan seluruh tubuh. Pembuluh darah dapat dibagi menjadi 3 macam yaitu pembuluh nadi, vena dan pembuluh kapiler.
B. Sistem Peredaran Getah Bening/Sistem Limfa

Sistem limfa berkaitan dengan sistem peredaran darah. Sistem limfa berfungsi untuk membuat getah bening atau limfa yang merupakan cairan yang mengandung sel dara putih. Getah bening ini bertugas untuk membantu tubuh untuk melawan infeksi yang menyerang tubuh.
Perbedaan anatara peredaran darah dengan peredaran getah bening bisa dilihat pada tabel berikut :

4.    SISTEM PENGELUARAN

Setiap hari dalam tubuh manusia terjadi berbagai macam reaksi yang sangat kompleks. Reaksi tersebut disebut dengan istilah metabolism. Metabolism sendiri terdiri dari anabolisme dan katabolisme. Anaboisme merupakan reaksi pengikatan sedangkan katabolisme merupakan reaksi penguraian. Dari reaksi – reaksi tersebut menghasilkan zat – zat yang berguna dan zat – zat yang tidak berguna bagi tubuh atau bahkan dapat meracuni tubuh sehingga harus dikeluarkan.
Proses pengeluaran dapat dilakukan dengan 4 cara yaitu:
Defekasi yaitu proses pengeluaran sisa pencernaan makanan yang disebut feses melaui anus
Ekskresi yaitu proses pengeluaran zat – zat sisa metabolism berupa CO2, H2O, NH3, zat warna empedu, dan asam urat. Sistem sekresi terdiri dari organ ginjal, kulit, hati dan paru.
Sekresi yaitu proses pengeluaran getah oleh kelenjar pencernaan ke dalam saluran pencernaan yang berupa substansi kimia berbentuk lender oleh sel kelenjar misalnya hormon dan enzim.
Eliminasi yaitu proses pengeluaran zat dari rongga tubuh , baik dari rongga kecil maupun rongga yang besar.

  5.    SISTEM GERAK

Sistem gerak manusia terdiri dari sistem rangka dan sistem otot. Alat gerak manusia adalah tulang dan otot. Tulang disebut alat gerak pasif sedangkan otot disebut alat gerak aktif karena mempunyai kemampuan untuk berkontraksi.

A. Sistem Rangka

Rangka dewasa manusia terdiri dari 206 ruas tulang dengan bentuk dan ukuran yang sangat bervariasi. Pada sistem gerak, rangka manusia berfungsi untuk :
Formasi bentuk tubuh
Formasi sendi – sendi
Pelekatan otot – otot
Sebagai pengungkit untuk berbagai macam aktifitas tubuh
Sebagai penyokong berat badan serta daya tahan untuk menghadapi pengaruh tekanan
Sebagai proteksi untuk melindungi organ – organ halus pada tubuh
Hemopoesis atau pembentukan sel – sel darah yang terjadi di sumsum tulang belakang
Sebagai imunologis
Tempat penyimpanan kalsium
Sistem rangka disusun oleh beberapa tulang yang saling berhubungan. Rangka manusia dikelompokan menjadi 2 kelompok yaitu aksial dan apendikuler.
Rangka aksial merupakan kelompok tulang yang terletak di sumbu tubuh, yaitu tulang tengkorak, tulang belakang, tulang rusuk, dan tulang dada. Rangka aksial terdiri dari 80 tulang.
Rangka apendikuler merupakan kelompok tulang yang menyusun anggota gerak atas dan bawah, terdiri dari 126 ruas tulang.
Dalam sistem rangka terdapat sendi yang merupakan penghubung antar tulang sehingga mampu digerakan.
Berdasarkan arah gerakannya sendi dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu:
Sendi putar, yang memungkinkan gerakan memutar atau rotasi.
Sendi peluru, yaitu persendian yang memungkinkan gerakan ke segala arah
Sendi pelana, yaitu persendian yang memungkinkan beberapa gerakan rotasi namun tidak ke semua arah
Sendi engsel merupakan pesendian yang memungkinkan gerakan satu arah
Sendi luncur merupakan persendian yang memungkinkan gerakan rotasi pada satu bidang datar saja.

B. Sistem Otot

Otot memiliki 3 kemampuan khusus yaitu:
Kontrakbilitas, yaitu kemampuan untuk berkontraksi/memendek
Ekstensibilitas, yaitu kemampuan melakukan gerakan kebalikan akibat kontraksi
Elastisitas, yaitu kemampuan untuk kembali ke posisi semula setelah berkontraksi atau disebut relaksasi.
Otot manusia dibedakan menjadi 3 jenis otot, yaitu :
Otot rangka/otot lurik merupakan otot yang melekat dan menggerakan tulang rangka
Otot polos yang terdapat pada dinding penyusun organ – organ bagian dalam
Otot jantung, merupakan otot yang hanya terdapat pada dinding jantung dan vena.


6.SISTEM REPRODUKSI

Sistem reproduksi berfungsi untuk menghasilkan keturunan dengan tujuan mempertahankan jenisnya.
Sistem reproduksi terdiri dari sistem reproduksi pria dan sistem reproduksi wanita.

A.  Sistem Reproduksi Pria

Terdiri dari :
Testis yang berfungsi untuk menghasilkan sperma dan hormone testosterone
Epididimid yang berfungsi untuk menyimpan sperma sementara dan mematangkan sperma
Vas deferens berfungsi untuk mengangkut sperma menuju vesikula seminalis/kantung semen atau mani
Uretra yang berfungsi untuk membawa sperma ke luar tubuh
Tubulus recti berfungsi sebagai tempat bermuaranya saluran dari tubulus seminiferus
Penis berfungsi sebagai alat untuk melakukan reproduksi (menyalurkan sel sperma)
Skrotum berfungsi sebagai alat untuk pembentkan sel sperma.

B. Sistem Reproduksi Wanita

Terdiri dari :
Ovarium (indung telur), yang berfungsi untuk menghasilkan sel telur (ovum) dan hormon (esterogen dan progesterone)
Oviduk/tuba falopi/saluran telur, berfungsi untuk menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus
Uterus(kantung peranakan/rahim), berfungsi sebagai tempat perkembangan zigot apabila terjadi fertilisasi, menerima pembuahan ovum yang tertanam ke dalam endometrium, dan juga sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya janin
Vagina merupakan penghubung rahim ke bagian tubuh luar, juga menghasilkan berbagai macam sekresi
Vulva berfungsi sebagai jalan masuk sperma ke dalam tubuh wanita dan sebagai pelindung organ kelamin dalam dari organisme penyebab infeksi
Leher rahim (serviks) berfungsi untuk membantu perjalanan sperma dari vagina menuju rahim.


7.    SISTEM SARAF

Sistem saraf pada manusia berperan dalam proses iritabilitas yaitu kemampuan untuk menanggapi suatu rangsangan dari luar. Untuk menanggapi rangsangan sistem saraf memiliki 3 komponen, yaitu :
Reseptor, merupakan alat penerima rangsangan atau impuls. Yang bertindak sebagai reseptor adalah panca indera
Konduktor (penghantar impuls), dilakukan oleh sistem saraf itu sendiri yang terdiri dari sel – sel saraf yang disebut neuron
Efektor, adalah bagian tubuh yang menanggapi rangsangan. Efektor yang paling penting dalam tubuh manusia adalah otot dan hormone.
Sel saraf terdiri dari 3 bagian utama yaitu:
Badan sel yang merupakan bagian yang paling besar dari sel saraf yang mengandung inti sel dan sitoplasma. Inti sel berfungsi sebagai pengatur kegiatan sel saraf. Di dalam sitoplasma terdapat mitokondria yang berfungsi sebagai penyedia energy untuk membawa rangsangan
Dendrit, merupakan sel saraf pendek dan bercabang – cabang yang berfungsi untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.
Neurit (akson), berfungsi untuk membawa rangsangan dari badan sel ke sel saraf lain.
Organ yang berperan dalam sistem saraf selain sel saraf itu sendiri yaitu:

A. Otak

Otak merupakan pusat pengatur dari segala kegiatan manusia yang terletak di rongga tengkorak dan dibungkus oleh 3 lapis selaput kuat yang disebut meninges. Selaput paling luar disebut durameter, paling dalam adalah piamater dan selaput bagian tengah disebut arachnoid. Otak manusia terdiri dari 3 bagian yaitu:
Otak besar (cerebrum), berfungsi sebagai pusat kegiatan – kegiatan yang disadari seperti berfikir, mengingat, berbicara dll
Otak kecil (cerebellum), berfungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh dan mengkoordinsi kerja oto – otot ketika bergerak.
Sumsum lanjutan, berfungsi sebagai pusat pengendalian pernapasan, penyempitan pembuluh darah, mengatur denyut jantung, mengatur suhu tubuh dan kegiatan – kegiatan yang tidak disadari.

B. Sumsum Tulang Belakang

Sumsum Tulang Belakang memanjang di dalam rongga tulang belakanh, mulai dari ruas – ruas tulang leher sampai ruas tulang pinggang kedua. Sumsum tulang belakang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari dan ke otak serta untuk member kemungkinan jalan terpendek secara reflex.

8. SISTEM INTEGUMENT

Sistem integument merupakan sistem yang paling luas yang ada pada tubuh manusia. Seluruh tubuh manusia bagian terluar terbungkus oleh suatu sistem yang disebut sebagai sistem integumen. Sistem ini terdiri dari kulit dan kelengkapannya termasuk kuku, rambut, kelenjar dan reseptor saraf khusus. Integument itu sendiri merupakan suatu kata yang bersal dari bahasa latin “integumentum” yang berarti penutup. Fungsi sistem integument adalah sebagai penutup organ atau jaringan dalam manusia untuk melindungi dari kontak luar.

A. Kulit

Kulit berfungsi untuk mencegah terjadinya kehilangan cairan yang berlebihan dan mencegah masuknya benda – benda asing yang berasal daari luar seperti bakteri.
Selain itu fungsi kulit lainnya adalah :
Untuk mengeluarkan keringat
Untuk pelindung tubuh
Untuk mengatur suhu tubuh
Sebagai tempat pembuangan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari
Kulit tersusun dari 3 lapisan yaitu:
Epidermis atau kulit luar
Dermis yaitu lapisan kulit dibawah epidermis yang mengandung sel – sel khusus untuk membantu mengatur suhu tubuh, melawan infeksi, menyimpan air dan sebagai suplai darah dan nutrisi ke kulit.
Subkutan atau hypodermis terdiri dari jaringan ikat longgar yang berisi sel – sel lemak.

B. Rambut

Rambut adalah organ yang tumbuh di kulit yang berbentuk seperti benang. Fungsi rambut yaitu :
Untuk melindungi kulir dari pengaruh buruk
Menyaring udara pada hidung
Sebagai pengatur suhu
Pendorong penguapan keringat
Dan sebagai indera peraba.

C. Kuku

Kuku merupakan sel yang mirip seperti jel dan mengeras. Fungsi utama kuku adalah untuk melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf.

9.    SISTEM HORMON

Kata hormone berasal dari bahasa yunani “hormaein” yang berarti “memacu”. Hormone diproduksi oleh kelenjar endokrin dan berfungsi untuk mengatur metabolism dalam tubuh, perkembangan, pertumbuhan, reproduksi, dan tingkah laku.

Hormone diperlukan dalam jumlah tertentu. Jika kekurangan atau kelebihan hormone maka akan menyebabkan suatu gangguan pada tubuh seperti gigantisme (pertumbuhan raksasa) ataupun kerdil.
Fungsi hormone dalam tubuh adalah untuk mengatur kinerja tubuh. Kelenjar endokrin menghasilkan hormone diantaranya yaitu sebagai berikut :


A. Kelenjar hipofisis dan hipotalamus

Kelenjar hipotalamus memiliku peranan yang sangat penting dalam sistem koordinasi tubuh manusia.
Kelenjar hipofisis terdiri dari 3 bagian yaitu lobus anterior, intermediate, dan paterior.

Hormone yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisi diantaranya adalah sebagai berikut :
Hormone pertumbuhan yang berfungsi untuk memicu pertumbuhan dengan meningkatkan pembentukan protein di dalam sel
Laktotropik hormone berfungsi untuk merangsang produksi air susu
Thyroid stimulating hormone berfungsi untuk mengatur ekskresi hormone kelenjar tiroid
Adrenocorticotropik hormone berfungsi untuk mengatur ekskresi hormone oleh kelenjar adrenal.
Follicle stimulating hormone, pada wanita hormone  perkembangan foliker pada ovarium dan memicu pelepasan hormone esterogen. Sedangkan pada pria hormone  testis untuk menghasilkan sperma.
Luteinizing hormone, pada pria hormone ini akan menstimulasi sel interstisial untuk menghasilkan hormone testosterone sedangkan pada wanita hormin ini memicu ovulasi atau pelepasan sel telur dari ovarium dan juga menstimulasi produksi hormone progesterone

B.  Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid disebut juga sebagai kelenjar gondok. Kelenjar ini terletak di leher bagian depan dan terdiri dari dua lobus. Kelenjar tiroid mensekresikan 2 hormon yaitu tiroksin yang berfungsi untuk mengatur metabolism tubuh dan hormone kalsitonin yang berfungsi untuk menurunkan kadar kalsium dalam darah.


C. Kelenjar Paratiroid

Menghasilkan hormone parathormon yang berfungsi untuk meningkatkan kadar kalsium dalam darah dengan cara meningkatkan pengambilan kembali kalsium dari ginjal, merangsang lepasnya kalsium dari tulang keras sehingga kadar kalsium dalam darah menjadi normal.

D. Kelenjar Timus

Merupakan tempat menimbun hormone pertumbuhan, dan setelah manusia dewasa hormone ini tidak akan berfungsi lagi.


E. Kelenjar Pancreas

Pancreas merupakan sekumpulan sel endokrin yang mensekreskan dua macam hormone ke sistem sirkulasi.


F. Kelenjar Adrenal

Kelenjar ini terdiri dari korteks adrenal dan medulla adrenal.
Korteks adrenal menghasilkan hormone:
Mineralokortikoid yang berfungsi untuk mengatur metabolism mineral
Glukokortikoid yang berfungsi untuk mengatuk metabolism glukosa
Medulla adrenal menghasilkan hormone adrenalin (epinefrin dan noreepinefrin) yang berfungsi untuk mengubah glikogen menjadi glukosa, menaikan denyut jantung, dan memperluas bronkiolus.


G. Kelenjar Kelamin

Kelenjar kelamin terdiri atas testis (pria) dan ovarium (wanita). Pada testis mengsilkan hormone mineralokortikoid yang berfungsi untuk mengatur metabolisme mineral, mendorong pertumbuhan sekunder seperti suara menjadi besar dll.

Ovarium menghasilkan hormone esterogem yang berfungsi untuk memicu ovulasi dan pertumbuhan sekunder wanita dan hormone progesterone yang berfungsi untuk memicu pertumbuhan dinding uterus (rahim) sebagai persiapan untuk ovulasi berikutnya.

Demikian penjelasan lengkap materi IPA tentang 9 sistem organ tubuh manusia beserta fungsinya yang Abimuda rangkumkan dari berbagai sumber. Semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman pembaca.

Pengertian Bioteknologi:

Pengertian Bioteknologi: Apa itu Bioteknologi ?| Secara Umum, Pengertian Bioteknologi adalahh aplikasi organisme atau bagian tubuh organisme ke dalam teknologi untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.  Pemanfaatan organisme atau komponen sbuselulernya dilakukan denga terarah dan terkontrol untuk melibatkan multidisiplin serta aplikasi yang terpadu dengan mikrobiologi, biokimia, biologi sel, fisiologi, genetika molekuler, dan teknik kimia.

Sebagian dari keberhasilan bioteknologi yang menarik perhatian masyarakat adalah rekayasa genetika. Rekayasa genetika merupakan bagian dari bioteknologi modern yang ditemukan oleh watson dan crik tahun 1953 dari model utas ganda DNA. Sebelumnya masyarakat telah mengetahui bioteknologi tradisional. Bioteknologi tradisional yaitu diterapkan dengan pembuatan minuman anggur dan keju dengan menggunakan mikroba, pemulihan tanaman pangan, atau perkawinan silang pada hewan.
Pengertian Bioteknologi Menurut Para Ahli

Perhimpunan Kimia Murni dan Terapan: Menurutnya, pengertian bioteknologi adalah penerapan bikimia, biologi, mikrobiologi dan rekayasa kimia dalam proses industri, pembuatan produk baik itu pelayanan kesehatan, energi dan pertanian serta pada lingkungan.
OECD (Organization for Economic Cooperation and Development): Pengertian bioteknologi menurut OECD adalah suatu penerapan prinsip ilmiah dan rekayasa pengolahan bahan oleh agen biologi untuk menyediakan barang dan jasa.

Prinsip Dasar Bioteknologi - Bioteknologi dikembangkan dari segala bidang yang memanfaatkan kemampuan dari mikroorganisme atau bagian-bagiannya. Objek kajiannya yang luas dengan perkembangan bertahap sesuai perkembangan ilmu dan teknologi serta meningkatkan kebutuhan manusia. Sebenarnya, prinsip-prinsip bioteknologi telah diterapkan oleh masyarakat Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu, bahkan 6.000 tahun sebelu masehi oleh masyarakat Babilonia. Masyarakat Babilonia diwaktu itu telah membuat makanan dan minuman secara fermentasi. Contoh-contoh bioteknologi tradisional yaitu pembuatan tempe, tape, kecap, oncom atau pembuatan minuman tuak yang tahan lama oleh nenek moyang kita. Ada tiga ciri utama dalam bioteknologi tradisional antara lain sebagai berikut...
Terdapat mikroorganisme dengan ciri tertentu dan dapat memproduksi enzim yang berperan sebagai biokatalisator
Adanya peropde atau mekanisme tertentu untuk mendayagunakan mikroorganisme (sebagai gen) secara teknologi.
Diperolehnya produk yang memiliki nilai tambah dan bermanfaat khususnya kepentingan manusia, baik yang berupa pangan (makanan dan minuman), obat-obatan, reproduksi, pemecahan masalah sampah, dan produk-produk lain,
Dalam dau dekade belakangan ini telah terjadi beberapa peristiwa penting dalam mendorong kemajuan dari bioteknologi modern antara lain sebagai berikut...
1. Harga bahan bakar fosil seperti bensin, minyak tanah, dan solar) yang meningkat drastis.
2. Pemakaian enzim ligase dan endonulease yang dapat memotong DNA dan menyambungkan kembali sehingga menghasilkan rekombinan baru untuk memanipulasi gen secara buatan.
3. Penemuan oleh Kohler dan Milstein (1975) yang memproduksi antibodi monoklonal dari memfusikan limfosit, mieloma, dan sel tumor.

Ketiga kejadian tersebut memberikan pengaruh besar bagi kemajuan bioteknologi di masa ini. Ada tiga tujuan utama dalam penelitian bioteknologi saat ini antara lain sebagai berikut...
Menemukan ciri-ciri khusus; memodifikasi; mengontrol hasil-hasil genetis, biokimia dan proses jangkauan yang luas terhadap organisme, baik yang hidup di darat maupun yang dilaut untuk aplikasi bioteknologi.
Menggunakan alat-alat bioteknologi modern dalam masalah pertanian, lingkungan, dan pabrik untuk membantu pengembangna produk baru serta perbaikan produk, proses, dan metode pengujian.
Memberikan dorongan dan menambah fasilitas, tempat penyimpanan (gudang), dan data base.
Seperti penjelasan diatas bahwa terdapat bioteknologi tradisional dan bioteknologi modern. Pengertian dari kedua jenis bioteknologi ini adalah sebagai berikut...
Bioteknologi Tradisional: Pengertian bioteknologi tradisional adalah bioteknologi yang sifatnya sederhana dengan menggunakan jasad renik (mikroba) alami di awal penggunaannya dengan bersifat kemungkinan tanpa berdasar ilmiah.
Bioteknologi Modern: Pengertian bioteknologi modern adalah bioteknologi organismedengan hasil rekayasa genetika melalui perlakukan yang mengubah landasan penetu kemampuan hidup, dengan mengubah tatanan gen yang menentukan sifat spesifik dai suatu organisme, sehingga berlangsung dengan efisien dan efektif.
Pengertian Bioteknologi: Apa itu Bioteknologi ?..
Demikianlah informasi mengenai Pengertian Bioteknologi: Apa itu Bioteknologi ?... Semoga teman-teman dapat menerima dan bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman.